Selasa, 24 September 2013

GMO hewan

ali sejak awal tahun 1980-an. Bagian terbesar hewan yang telah sukses menjadi GMO adalah mencit, sebagai hewan pionir yang mula-mula dibuat. Akan tetapi saat ini telah berkembang ke jenis tikus, kelinci, domba, sapi dan babi. GMO hewan berpotensi berkontribusi pada kesejahteraan manusia melalui tiga kategori : (1) pertanian, (2) obat-obatan dan (3) industri.

Aplikasi di Bidang Pertanian
  1. Pengembangan bibit ternak (breeding)
            Petani ternak tiada hentinya menseleksi dan mengembangkan bibit ternak yang memiliki sifat-sifat unggul seperti menghasilkan air susu yang banyak, tumbuh cepat, memiliki rasio daging yang tinggi dan sebagainya. Bila untuk tujuan ini dikerjakan dengan cara pembibitan tradisional, banyak membuang waktu dan cukup sukar. Dengan berkembangnya ilmu rekayasa genetika dan biologi molekuler, memungkinkan menghasilkan tujuan ini dalam waktu yang lebih singkat dan lebih terarah.

  1. Perbaikan kualitas produk ternak
            Jaman modern ini banyak menuntut perbaikan kuantitas dan kualitas dari produk yang sudah ada, misalnya susu. Peternak menginginkan dapat memproduksi susu dalam jumlah yang meningkat, juga perbaikan kualitasnya untuk kesehatan, misalnya susu yang berkurang kandungan laktosa dan kholesterolnya. Untuk hewan pedaging, diinginkan yang dapat tinggi jumlah dagingnya di bagian karkas. Domba wool diinginkan lebih banyak menghasilkan bulu. Ada tanda-tanda GMO hewan dapat mampu memenuhi keperluan ini. Dulu untuk tujuan pembesaran hewan digunakan hormon pertumbuhan, akan tetapi cara ini bermasalah dengan adanya residu hormon tersebut pada daging hewan yang bersangkut.

  1. Ketahanan ternak terhadap penyakit
            Mengingat cukup banyaknya jenis penyakit yang berbahaya seperti anthrax, penyakit mulut dan kuku, flu burung dan sebagainya, maka ada usaha-usaha menciptakan sistem kekebalan pada ternak secara genetik. Sayang sekali masih sedikit jenis gen yang diketahui bertanggung jawab terhadap ketahanan hewan terhadap jenis-jenis penyakit ini.

Aplikasi di Bidang Kedokteran
  1. Transplantasi organ (Xenotransplantation)
            Banyak pasien meninggal karena tidak terpenuhinya transplantasi organ tubuh yang rusak seperti jantung, hati dan ginjal. Di UK saja diperlukan tidak kurang dari 5.000 organ tubuh setiap tahun. Disinyalir modifikasi genetik organ babi lebih cocok bagi manusia, hanya saja masih tersisa masalah adanya protein babi yang tertolak oleh tubuh manusia. Usaha-usaha untuk menghilangkan masalah ini, di mana protein babi yang bersangkutan diganti dengan protein manusia, sedang berlangsung.

  1. Suplementasi nutrisi dan produksi (Pharmaceuticals)
            Beberapa jenis zat farmasi seperti hormon pertumbuhan, insulin, faktor anti pembekuan darah, tissue plasminogen activator (t-PA), sekarang sudah bisa diproduksi bersama-sama air susu sapi, domba dan kambing. Maka air susu hewan-hewan tersebut mungkin berguna untuk memacu pertumbuhan anak lebih cepat, mengobati diabetes atau mempercepat penyembuhan luka. Susu dari GMO hewan juga sedang dalam penelitian untuk dapat mengobati penyakit-penyakit lain seperti phenylketonurea (PKU),emphysema yang menurun dan cystic fibrosis.
            Pada tahun 1997 pernah dihasilkan sapi transgenik yang diberi nama Rosie, yang air susunya menyerupai ASI. Susu Rosie tersebut mengandung alpha-lactalbuminmanusia pada kadar 2,4 g/liter. Seperti diketahui air susu sapi biasa bila diberikan pada bayi dapat menyebabkan perdarahan anus karena feces bayi yang mengeras (karena tidak sempurna dicerna oleh bayi).

  1. Terapi genetik pada manusia
            Terapi manusia adalah teknik menggantikan gen yang rusak pada genom dengan gen yang normal. Ada sekitar 5.000 jenis penyakit genetik yang berpotensi disembuhkan dengan teknik ini. Sebagai contoh, A.I Virtanen Institute di Finlandia menghasilkan zat yang merangsang pertumbuhan sel darah manusia.

Aplikasi di Bidang Industri
            Sebuah surprise pada tahun 2001 terjadi ketika dua ilmuwan pada Nexia Biotechnologies di Kanada memotong gen dari laba-laba dan mencangkoknya pada kambing yang sedang menyusui. Apa yang terjadi? Kambing itu mulai menghasilkan sutra dalam air susunya dan mengeluarkan benang-benang sutra yang halus pada sekujur badannya sehingga dapat terkumpul satu keranjang penuh. Dengan mengekstrak benang-benang polimer itu dari air susu dan memintalnya menjadi benang, ilmuwan tersebut dapat menghasilkan material yang lembut, alot dan fleksibel yang berguna untuk keperluan seragam militer, mikrostruktur kedokteran dan benang raket tenis.
            Hewan transgenik yang sensitive terhadap racun telah direkayasa untuk keperluan pengujian keamanan obat. Beberapa jenis enzim dengan aktivitas unggul telah dihasilkan untuk keperluan berbagai proses dengan reaksi enzimatik.

Masalah Etika dan atau Religi
            Telah kita jumpai berbagai manfaat yang sudah maupun akan diaplikasikan dari GMO hewan. Sekalipun demikian perimbangan aspek etika dan atau religi, rupanya tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Beberapa masalah etika dan religi yang muncul ke permukaan antara lain pertanyaan-pertanyaan berikut :
-        Haruskah ada peraturan yang universal untuk proses transgenik?
-        Apakah peraturan tersebut menentukan bahwa hanya penelitian yang menjanjikan saja yang diperbolehkan?
-        Apakah prosedurnya harus selalu dibuat in vitro dulu untuk mengurangi penderitaan hewan?
-        Apakah GMO hewan akan sangat mempercepat proses evolusi yang dapat berdampak pada kondisi alam sekitar termasuk pada manusia?
-        Apakah paten diperbolehkan bagi GMO hewan, yang mungkin menghambat pertukaran informasi ilmiah di kalangan ilmuwan?
-        Apakah agama tidak berkeberatan untuk kasus perpindahan gen dari jenis makhluk yang “derajat”nya lebih tinggi, khususnya ke manusia? Atau termasuk juga perpindahan yang “turun derajat” (misalnya dari manusia ke hewan)?
-        Masalah kehalalan? Lihat uraian khusus.


Kehalalan produk GMO
            GMO hewan dari jenis hewan halal seperti ayam, bebek, kelinci, kambing, domba, rusa, sapi dan sebagainya, pada dasarnya adalah halal, kecuali bila gen asing yang disandangnya berasal dari hewan yang haram seperti babi, harimau, elang dan sebagainya, kemungkinan besar sekali dinyatakan haram oleh Komisi Fatwa. Kasus kekecualian ini yang sudah ada percobaannya adalah menggunakan gen dari babi. Genkimosin (enzim penggumpal susu) dari babi mungkin saja ditransfer ke kelinci sehingga untuk memperoleh penggumpal susu dalam pembuatan keju dapat menggunakan susu kelinci atau susu tikus putih. Demikian juga lipase yang cocok untuk proses pematangan keju, gennya mungkin diambil dari babi dan ditransfer ke hewan yang sama. Modifikasi lemak hewan yang halal seperti sapi, bisa juga dilakukan dengan mencangkok beberapa gen dari babi, untuk memperoleh lemak sapi dengan rasa lemak babi.
            Pada uraian tentang aplikasi di bidang kedokteran telah disebutkan kemungkinan aplikasi babi transgenik yang dapat membantu suplai organ tubuh manusia yang rusak. Akankah agama Islam memperbolehkannya? Kemungkinannya besar sekali tidak. Demikian pula kasus anak sapi yang “berdarah manusia”. Masalah yang lebih ringan  dari itu pun, yaitu kambing atau domba transgenik yang dapat menghasilkan susu dengan kadar t-PA yang tinggi (untuk mempercepat penyembuhan luka), tetapi gen t-PA nya berasal dari manusia, masih mengandung masalah etika-religi. Hal serupa untuk kasus susu kambing yang dapat menghasilkan insulin atau hormon pertumbuhan manusia (human growth hormone).
            Hal yang mungkin dapat ditolerir (tapi tidak terlepas dari pendapat Komisi Fatwa) adalah bila untuk kasus-kasus transfer gen yang tadinya berasal dari babi atau manusia itu, tidak diambil langsung dari babi atau manusia, tetapi disintesis duluin vitro oleh alat yang disebut DNA synthesizer, yang kemudian dicangkokkan ke hewan-hewan lain tadi. Kasus ini juga berlaku bagi aplikasi untuk GMO tanaman.

Kesimpulan
            Hal positif yang bisa disambut dari GMO hewan adalah percobaan-percobaan yang menyangkut aspek penggunaan hewan yang lebih kecil atau lebih rendah derajatnya untuk pengujian daya kerja obat. Contoh paling banyak untuk kasus ini adalah menyangkut terapi penyakit kanker. Rasanya lebih tega menggunakan hewan tikus putih atau mencit, ketimbang menggunakan kambing atau monyet.
            Beberapa teknologi lain untuk bidang kedokteran dan pharmaceuticals seperti darah manusia dari anak sapi, air susu yang mengandung insulin, t-PA, hormon pertumbuhan manusia, mengandung bibit perdebatan etika-religi.
            Akan tetapi dari uraian di atas juga dapat diambil beberapa contoh yang kiranya aman atau dapat “dibuat aman” dari aspek etika-religi sehingga dapat diterima, dan menyangkut bidang-bidang pertanian, kedokteran, obat-obatan dan industri.
Budiatman Satiawihardja
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan Auditor-Halal LPPOM-MUI
Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Kampus IPB Darmaga, Bogor
Email : budisat08@ipb.ac.id


Jurnal Halal No. 64/X/2006
 Dikutip oleh Andri E.P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar